Sikap prasangka sosial yang ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri Palangka Raya seperti sikap memilih-milih teman, terisolir dalam kelompok tertentu, mengedepankan kepentingan kelompok sendiri di atas kepentingan kelompok lain, menunjukkan sikap perlawanan terhadap kelompok lain, menunjukkan otorisasi kelompok sendiri, timbul rasa dendam dan acuh tak acuh terhadap kelompok lain. Upaya untuk mengurangi sikap prasangka sosial tersebut dengan menginternalisasikan nilai-nilai budaya huma betang ke dalam layanan bimbingan kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya huma betang efektif mengurangi prasangka sosial siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan tingkat perilaku prasangka soial sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan setelah diberikan perlakuan (post-test) sebesar 30,12%.
Copyrights © 2018