Artikel ini mengkaji tafsir ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan paradigma sufistik dalam penafsirannya. Paradigma sufistik dalam penafsiran al-Quran menjadi cara efektif yang digunakan untuk mereka yang hidup di lingkungan ‘”sekuler”, sehingga memilih ‘suasana sejuk’ guna menularkan pengetahuan Qurani ke komunitasnya. Paradigma sufistik yang dikembangkan tidak sepenuhnya menjinakkan akal di samping hati dan jiwa. Ketiga-tiganya digunakan secara seimbang dalam mengarungi samudera al-Quran. Tafsir shufi adalah tafsir yang ditulis oleh para sufi yang mereka lebih mementingkan bathinnya lafal daripada lahirnya. Dalam tafsir shufi terdapat dua corak tafsir, yaitu; tafsir sufi nazhari dan tafsir sufi isy’ari. Tafsir sufi nazhari adalah tafsir produk sufi teoritis, sedangkan tafsir sufi isyari adalah tafsir produk sufi praktis. Tafsir sufi seharusnya steril dari dimensi sektarianisme, karena ia diklaim bersumber dari Tuhan yang adalah sumber dari segala kebenaran.
Copyrights © 2017