ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui praktik simbolisasi identitas etnik dalam media komunikasi politik dalam pemilihan walikota Makassar pada tahun 2013 dan (2) menemukan model komunikasi politik wacana yang dilakukan oleh Ramdhan Pomanto dalam melawan simbol identitas etnik dalam pemilihan walikota Makassar pada tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi media. Informasi didapatkan dari berbagai sumber yang dianggap aktif dan terlibat langsung dalam pemilihan walikota Makassar pada tahun 2013. Dalam gelaran pemilihan walikota Makassar pada tahun 2013, intensitas praktik penggunaan simbol identitas etnik pada media cukup tinggi. Praktik ini sengaja dilakukan untuk menyerang salah satu calon Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto. Simbol etnik yang digunakan diterbitkan dalam format Iklan pada berbagai media di Kota Makassar. Menggunakan pandangan Giorgio Agamben, praktik ini merupakan Pembangunan relasi dalam kekuasaan yang dirumuskan dengan kehadiran biopolitik. Biopolitik merupakan unsur intrinsik dalam analisa mengenai kedaulatan (sovereignty) dan peran yang dimilikinya dalam mengatur apa yang mengkonstitusikan sebuah keadaan pengecualian (state of exception). Pada akhirnya, Ramdhan Pomanto menggunakan politik wacana sebagai alat merebut kepentingan kekuasaan serta melawan dominasi politik etnik. Distribusi wacana ke tengah masyarakat dilaksanakan secara strategis melalui media, baik itu media cetak maupun elektronik.
Copyrights © 2017