Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh kondisi lingkungan fisik terhadap kuantitas air di telaga palgading dan faktor-faktor yang menjadi pengontrol dan pemicu kuantitas air tersebut, serta arahan pengelolaan agar kuantitas air telaga tetap terjaga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pemetaan, meliputi tahap kerja lapangan, analisis data dan pembuatan laporan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di daerah penelitian yang berperan sebagai faktor pemicu ketersediaan air telaga palgading meliputi curah hujan, penggunaan lahan, erosi dan jumlah penduduk sedangkan kemiringan lereng, satuan batuan dan tebal tanah merupakan faktor pengontrol terhadap terhadap ketersediaan air telaga. Pada kondisi hujan luas telaga palgading yaitu 11.524,8 m2, pada saat kering yaitu 6.948,8 m2 dan mempunyai selisih volume air telaga sebesar 4.219,38 m3/tahun, tinggi muka air telaga pada saat hujan sebesar 9,3 m dan 8,1 m pada saat tidak hujan, sehingga didapat volume air telaga pada waktu musim hujan yaitu 10.968,08 m3 dan 6.748,7 m3 pada saat musim kemarau. Volume telaga palgading saat kondisi konstan setiap tahunnya adalah 88.584 m3. Input air hujan pada luasan daerah tangkapan air/catchment area seluas 233.684,407 m2 yaitu sebesar 238.786 m3/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan didapat jumlah air yang hilang sebesar 5.959,337 m3. Penyusutan volume air di telaga dengan mengurangi 3,6186% dari volume air telaga palgading. Arahan pengelolaan untuk telaga palgading yaitu dengan konsep Eko-Hidraulik alami yang dilakukan dengan memaksimalkan fungsi vegetasi sebagai penyeimbang pasokan air yang ada pada daerah tangkapan air di telaga palgading. Penanaman vegetasi dalam konsep ini tidak boleh ditanam terlalu dekat dengan bagian tepi telaga.
Copyrights © 2016