Media massa saat ini sudah semakin pesat perkembangannya, yang tidak hanya meliputi media konvensional namun juga sudah memasuki era media digital. Namun, yang menjadi pertanyaan apakah dengan lahirnya media baru dalam bidang jurnalistik sudah mampu memberikan angin segar didalam mencapai keobjektivitasan suatu pemberitaan terutama terkait dengan komunikasi politik tokoh politik pria dan wanita. Terkait dengan hal tersebut, ada dua tujuan yang ingin ditemukan melalui penelitian ini yaitu (1) Mengetahui bagaimana proporsi pesan di dalam pemberitaan politik yang diangkat oleh media online di Indonesia dapat mempengaruhi komunikasi politik di Indonesia; (2) Bagaimana cakupan komunikasi politik wanita di media online Indonesia apabila dibandingkan dengan pria. Metodologi yang digunakan di dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode perbandingan melalui analisis isi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa walaupun perempuan diberitakan untuk lingkup yang sama dengan pria, namun tetap saja terdapat perbedaan proporsi pesan antara tokoh politik pria dan wanita yang ditampilkan di dalam pemberitaan media online. Kondisi ini terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya ideology budaya patriarkhi yang ada di masyarakat, proses gatekeeping di era teknologi digital dalam pemberitaan, persepsi masyarakat terkait dengan keterlibatan wanita dalam bidang politik yang masih negatif, kebijakan parpol yang belum memihak kepada wanita. Oleh karena itu, harus ada pembahasan lebih lanjut lagi mengenai fungsi dari media massa dan partai politik yang sebenarnya dalam  rangka memberikan pendidikan politik bagi masyarakat ke depannya. Kata kunci:Komunikasi politik; tokoh politik; pemberitaan; media online; pendidikan politik
Copyrights © 2017