Tanaman ungu merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat. Masyarakat memanfaatkan tanaman ini sebagai obat wasir, demam, bisul, melancarkan haid, dan lain-lain. Khasiat yang dimiliki oleh daun dari tanaman wungu ini disebabkan oleh keberadaan senyawa metabolit sekunder. Secara penampilan fisik dan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang daun dari tanaman Wungu ini dapat diyakini adanya senyawa antosianin dari golongan polifenol. Senyawa antosianin dari golongan fenol merupakan senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai zat antioksidan, maka dilakukanlah pengujian aktivitas antioksidan dari infusa daun tanaman Wungu ini. Metoda ekstraksi yang dipilih adalah infusa karena masyarakat pada umumnya mengolah daun ini dengan cara merebus daunnya lalu meminum airnya. Daun Wungu yang dibuat infusa mempunyai konsentrasi 10% lalu diencerkan hingga pada konsentrasi (75, 100, 125, 150, 175) µg/mL. Setiap infusa tersebut diambil 1 mL direaksikan dengan 2 mL larutan DPPH 35 µg/mL dalam tabung reaksi berlapis aluminium selama waktu optimum (30 menit). Setelah waktu optimum tercapai maka dilakukan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Hasil pengukuran memberikan data bahwa aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 dari infusa daun Wungu berada pada konsentrasi 125,09 µg/mL. Nilai IC50 yang diperoleh infusa dibandingkan dengan nilai inhibisi dari larutan vitamin C yang dibuat dengan variasi konsentrasi (10, 12, 14, 16, 18) µg/mL, didapatkan kesimpulan bahwa aktivitas antioksidan dari infusa daun dari tanaman Wungu tergolong sedang.
Copyrights © 2018