INFOKAM
Vol 14, No 2 (2018): Nomor II / Th. XIV / September 2018

MODEL DETEKSI DAN PEMBLOKIRAN TINDAKAN AMORAL PENGGUNA INTERNET

Muhamad Danuri (AMIK JTC)



Article Info

Publish Date
17 Sep 2018

Abstract

Semakin berkembangnya internet kepada penggunanya menambah keleluasaan pribadi untuk melakukan tindakan berdampak positif maupun negatif atau tindakan yang melebihi batas moral kepada manusia yang lain. Tindakan melebihi batas ini merupakan tindakan amoral jika terbukti menggangu privasi orang lain. Berbagai upaya pemerintah untuk menekan kegiatan amoral dalam penggunaan internet namun hal ini belum bisa maksimal, pencegahan yang dilakukan masih pada tahap mengevaluasi dan memblokir situs-situs yang terindentifikasi mengandung kekerasan, pornografi dan sejenisnya. Teknik pemblokiran ini masih dapat ditembus dengan mengalihkan proxy yang mereka gunakan, maka situs-situs yang di blokir tetap dapat dibuka.  Perlunya sebuah strategi yang lebih efektif dan efisien, sebagai metode alternatif  adalah model pengendalian pada penggunanya melalui strategi cyber Religius, hal ini disebabkan proses pengendalian berbasis pada penggunanya dengan cyber religious memberikan pemahaman akan akibat dari tindakan amoral yang dilakukannya, Peringatan akses internet dapat dilakukan dengan berbagai cara selain pemblokiran, pengecekan akses maupun peringatan terhadap akses tertentu. Model analisa dan deteksi tindakan amoral yang dilakukan oleh pengguna internet dapat dilakukan dengan konsep cyber religius. Gambaran kerja dari sistem deteksi ini  adalah mendeteksi dan mengevaluasi perintah yang diberikan oleh user saat mengakses internet, kemudian memberikan peringatan komentar dan peringatan tentang dampak yang terjadi sejalan dengan konsep cyber religius.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jurnal

Publisher

Subject

Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Teks naskah ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Naskah akan ditinjau terlebih dahulu oleh dewan editorial. Teks utama naskah harus diserahkan sebagai dokumen Word (.doc) atau file Rich Text Format (.rtf). Naskah terdiri dari 5000 kata (minimal), diketik dengan baik dalam satu kolom pada ...