Pendahuluan: Penyebab kematian terbesar ibu di indonesia yaitu perdarahan (30,0%). Jika involusi berjalan normal maka akan dapat mengurangi kejadian perdarahan post partum.Menurut dr. Asti Praborini bahwa ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini akan mempercepat involusi uterus karena pengaruh hormon oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan involusi uteri terhadap ibu post partum di BPS Desy Andriani Bandar Lampung tahun 2016.Metode: Penelitian Kuantitatif ini, menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPS Desy Andriani Bandar Lampung, sampel penelitian sebanyak 32 responden, masing-masing 22 sebagai kelompok intervensi dan 10 sebagai kelompok kontrol, pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi square.Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan, hasil analiasis univariat diketahui bahwa sebagian besar ibu post partum melakukan IMD (68,8%), dan yang tidak dilakukan IMD (31,2%), dari hasil analisis bivariat bahwa dari 32 responden, kelompok intervensi terbagi menjadi 3 kategori yaitu: cepat (68.2%), normal (27.3%), dan lambat (4.5%). Serta kelompok kontrol dengan hasil kategori cepat (20.0%), normal (50.0%), dan lambat (30.0%). Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,022 (p-value < α = 0,005) yang berarti bahwa ada hubungan inisiasi menyusui dini dengan involusi uteri pada ibu post partum di BPS Desy Andriani Bandar Lampung tahun 2016. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat memberikan pendidikan kepada ibu tentang hubungan inisiasi menyusu dini yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi ibu maupun bayi.
Copyrights © 2019