Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 6, No 2 (2018)

NILAI PENDIDIKAN RELIGIUS DAN GAYA BAHASA PERULANGAN DALAM KUMPULAN “60 PUISI INDONESIA TERBAIK 2009”

Diani Febriasari (Universitas Katolik Widya Mandala Madiun)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2018

Abstract

Dalam sebuah karya sastra, pembaca dapat mendekatkan diri dengan Tuhan melalui nilai pendidikan religius yang dituliskan oleh pengarang. Begitu juga dengan jenis karya sastra puisi, pengarang akan lebih bebas menuangkan idenya dan memilih kata yang menarik sehingga memunculkan rasa penasaran pembaca dengan menggunakankan berbagai majas. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui nilai pendidikan religius dan gaya bahasa perulangan yang terdapat dalam kumpulan “60 Puisi Terbaik 2009”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Datanya adalah kata dan bait dalam kumpulan puisi “60 Puisi Indonesia Terbaik 2009” yang diterbitkan PT Gramedia. Sumber data penelitian ini adalah puisi (1) “Gendari Memasuki Kegelapan (2) “Kidung Sekelompok Asap (3) “Mantra Pengusir Hantu” (4) “Kutulis Puisi di Pasirmu” (5) “Rumah” (6) “Ajal” (7) “Litani Kecemasan” (8) “Menatap”. Dari delapan puisi ini ditemukan empat nilai pendidikan religius dan enam belas gaya bahasa perulangan. Dalam nilai pendidikan religius terdapat satu nilai religius yang baik dan tiga nilai religius yang tidak baik. Gaya bahasa perulangan yang terdapat dalam kumpulan puisi ini terdiri dari dua asonansi, dua tautotes, enam anaphora, satu epistrofa, dua simploke, satu mesodiplosis, dan satu epanalepsis.

Copyrights © 2018