Pengarang memiliki kebebasan dalam mengkreasikan bahasa. Karena itu, bahasa yang digunakan oleh seorang pengarang berbeda dengan pengarang yang lainnya. Seperti halnya dengan pengarang bernama Djenar Maesa Ayu. Bahasa yang digunakan Djenar Maesa Ayu berbeda dengan bahasa yang digunakan Andrea Hirata maupun Fira Basuki. Penggunaan bahasanya lebih khas daripada yang lain. Hal ini tampak pada penggunaan bentuk-bentuk kalimat yang tidak utuh pada hampir semua cerpennya. Kekhasan inilah yang membuat cerpen-cerpennya berbeda dengan pengarang lain. Sedangkan Andrea Hirata dan Fira Basuki lebih menyukai penggunaan kalimat-kalimat utuh pada karya-karya mereka. Penyimpangan bahasa pengarang dilakukan bukan asal menyimpang, namun menyimpang karena ada efek tertentu yang akan dituju.
Copyrights © 2018