Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 angka kejadian BBLR diseluruh Indonesia sebesar 10,2%. Angka tersebut dapat diturunkan dengan menyiapkan jauh sebelum kehamilan terjadi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMT dan kenaikan berat badan ibu selama hamil terhadap antropometri bayi baru lahir di Ruangan Kebidanan RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode survey analitik melalui pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu bersalin di ruangan kebidanan RSI Ibnusina Bukittinggi dengan jumlah sampel sebanyak 202 orang. Hasil uji statistik dengan menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan berat badan lahir bayi dengan nilai P=0,01 (P>0,05) , lingkar dada bayi dengan nilai P=0,043 (P>0,05) dan tidak terdapat perbedaan panjang badan bayi nilai P=0,397 (p>0,05) dan lingkar kepala P=0,120 (P>0,05) diantara kelompok ibu dengan IMT sebelum hamilnya normal, underweight maupun overweight. Terdapat perbedaan Berat badan lahir bayi dengan nilai (p=0,00) dan tidak terdapat perbedaan panjang badan bayi dengan nilai P=0,067 (p>0,05), lingkar dada dengan nilai P=0,146 (p>0,05) dan lingkar kepala bayi dengan nilai P=0,043 (p>0,05) diantara kelompok ibu dengan kenaikan berat badan tinggi, rendah dan normal. Rekomendasi penelitian yaitu disarankan kepada bidan di pelayanan kesehatan untuk dapat berkolaborasi dengan ahli gizi dalam pengelolaan status gizi ibu hamil dan mempromosikan tentang gizi yang tepat pada ibu hamil.
Copyrights © 2018