Menurut WHO Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, prevelensi anemia didunia berkisar 40-88%. Angka kejadian anemia pada remaja putri di Negara-negara berkembang sekitar 53,7%, anemia sering menyerang remaja putri disebabkan karena keadaan stress, haid, atau terlambat makan. Angka anemia gizi besi di Indonesia sebanyak 72,3%, mengakibatkan pucat, lemah, letih, pusing, dan menurunnya kosentrasi dalam belajar(Kaimudin, 2017).
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional teknik sampling yang digunakan purposive sampling, sampel penelitiansebanyak 34 orang. Analisis Univariate menggunakan distribusi frekuensi dan Analisis Bivariate menggunakan uji chi square untuk menganalisis hasil observasi penelitian dengan taraf kepercayaan 95%. Pengukurankadar hemoglobin menggunakan Hb sahli (7 orang) dan digital (27 orang), Sedangkanhasilbelajardidapatkandarihasilevaluasibelajar semester.
Mayoritas remaja putri yang tidak anemia berjumlah 21 responden (61,8%), hasil belajar kurang berjumlah 24 responden (70,6%). Ada hubungan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan hasil belajar. Hasil analisis Bivariate P Value (0,022) dan nilai OR= 0,143, remaja putri dengan kadar Hb anemia memiliki peluang 0,143 kali untuk mendapatkan hasil belajar yang baik.
Copyrights © 2018