Albertisia papuana Becc. (A. papuana) digunakan oleh etnis Dayak di Kaltim sebagai obat antihipertensi, antiinfeksi, anti demam, dan bumbu masak pengganti vetsin. Belum adanya data mengenai toksisitas akut pada Albertisia papuana Becc. (A. papuana) menyebabkan perlunya uji toksisitas akut. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut pada ekstrak daun A. papuana dengan uji imobilisasi Daphnia magna (D. magna) dan uji toksisitas akut Danio rerio (D. rerio). Metode: Daun A. papuana diambil dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol. Uji imobilisasi D. magna dan uji toksisitas akut D. rerio dilakukan dengan metode OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Hasil yang didapatkan adalah nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak pada D. magna adalah (170 + 28) mg/L untuk 24 jam dan (45 + 9) mg/L untuk 48 jam.Nilai LC50 ekstrak pada D. rerio adalah (885 + 55) mg/L untuk 24 jam, (670 + 94) mg/L untuk 48 jam, (504 + 102) mg/L untuk 72 jam, dan (393+89) mg/L untuk 96 jam. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ekstrak etanol A. papuana sedikit toksik pada D. magna sedangkan pada D. rerio dewasa bersifat tidak toksik
Copyrights © 2018