Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hasil Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) anak balita pada tahun 2011 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar 20,3%,dan gangguanperkembangan motorik halus sebesar 14,7%.Pada tahun 2012 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar19,7%,dan gangguan perkembangan motorik halus sebesar 16,2%.Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubunganpengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun diTK Darsa Bakti Margomulyo,Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yangmemiliki anak usia 4-5 tahun berjumlah 60 dan sampel sebanyak 60 orang yang diambil dengan tehnik total sampling.Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakanuji statistik Chi Square.Hasil analisa menunjukkan bahwa distribusi distribusi pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anakusia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori normal sebanyak 34 responden (56,7%). Distribusi frekuensiperkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori kurang baik sebanyak 36 responden(60,0%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembang motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasaranak usia 4-5 tahun (p-value 0,000 < α 0,05). OR: 12,385. Disarankan dapat menambah pengetahuan dengan caramenggali informasi dari petugas kesehatan mengenai perkembangan anak usia 4-5 tahun dan berperan aktif dalammemberikan perhatian yang cukup terhadap perkembangan anak dan aktif membawa anak ke posyandu, melatih danmemantau perkembangan anak.
Copyrights © 2019