Abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas tahu. Nangka memiliki serat seperti daging sehingga abon ampas tahu yang ditambahkan nangka muda diharapkan memiliki tekstur seperti abon daging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ampas tahu dan nangka muda yang tepat sehingga menghasilkan abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang paling disukai serta untuk mengetahui kandungan protein dan serat kasar abon ampas tahu yang disubstitusi oleh nangka muda.Perlakuan yaitu formulasi antara ampas tahu dan nangka muda yang terdiri dari 5 taraf, dengan perbandingan yaitu 100 : 0 (R) sebagai kontrol, 75 : 25 (F1), 50 : 50 (F2), 25 : 75 (F3) dan 0 : 100 (F4) untuk mendapatkan suatu produk yang dapat diterima berdasarkan uji organoleptik yang paling disukai yang dibandingkan dengan kontrol. Selanjutnya seluruh sampel dilakukan pengujian kandungan protein dan serat kasar. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya pengaruh substitusi nangka muda terhadap uji organoleptik abon ampas tahu (p < 0,05). Abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang terbaik didapat pada abon formula 2 yaitu abon ampas tahu yang disubstitusi nangka muda dengan perbandingan yaitu 50 : 50 dengan kandungan protein sebesar 4,99% serta kandungan serat kasar sebesar 13,2155%.
Copyrights © 2019