Tulisan ini bertujuan untuk membahas keberadaan tari Piriang Lansia dalam fenomena sosial masyarakat Pauh Kurai Taji Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Teori atau pendapat yang digunakan adalah teori bentuk dan teori fungi oleh Soedarsono dan Y.Sumandiyo Hadi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Tari Piriang Lansia merupakan sebuah tari tradisional yang yang selalu ditarikan oleh ibu-ibu lanjut usia (lansia). Tari ini dipertunjukkan sebagai hiburan dalam berbagai acara, seperti alek nagari dan helat perkawinan dan berfungsi untuk menjalin hubungan silaturrahmi dan kebersamaan antar masyarakat. This paper aims to discuss the existence of the elderly Piriang dance in the social phenomena of the Pauh Kurai Taji community in Pariaman City, West Sumatra Province as a qualitative study using descriptive analytical methods. The theory or opinion used is form theory and function theory by Soedarsono and Y.Sumandiyo Hadi. The results showed that the Elderly Piriang Dance is a traditional dance which is always danced by elderly woman (lansia). This dance is shown as entertainment in various events, such as alek nagari and marriage, it is serves to establish relationships and togetherness between the people. This dance is shown as entertainment in various events, such as alek nagari and marriage, it is serves to establish relationships and togetherness between the people.
Copyrights © 2017