Sanggar Sekar Jagad telah memiliki satu perangkat gamelan slendro pelog, boneka wayang satu kotak,dan tempat latihan yang cukup luas. Akan tetapi, sampai saat ini sanggar belum memiliki pelatih tetap. Parasiswa belajar dengan bimbingan dari pelatih yang sukarela datang. Apabila tidak ada pelatih maka parasiswa belajar mandiri dengan melihat rekaman audio visual pertunjukan wayang. Berdasarkan permasalahansanggar tersebut maka diadakan pelatihan dari dosen. Metode pelatihan yang digunakan berupa ceramah,apresiasi, dan demonstrasi. Berdasarkan metode tersebut maka pelatihan yang berlangsung selama 42 kalidapat dikatakan berhasil. Siswa sangggar Sekar Jagad dapat menguasai vokabuler sabet, catur, daniringan yang diberikan oleh pelatih.Kata kunci: Sanggar, Sekar Jagad, pertunjukan wayang, pelatihan.
Copyrights © 2017