Greget
Vol 15, No 1 (2016)

KESENIAN CÈPÈTAN DALAM UPACARA KHITANAN DI DESA WATUAGUNG KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS

Sastri Yuniarsih (Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Jalan Ki Hajar Dewantara No. 19 Kentingan, Jebres, Surakarta 57126)



Article Info

Publish Date
07 Nov 2016

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk dan arti kesenian Cèpètan dalam upacara khitanan bagi masyarakat Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bersifat kualitatif, data yang digunakan meliputi data tertulis dan lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnokoreologi. Pengumpulan datanya dilakukan dengan cara-cara: observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasilnya diantaranya, bentuk penyajian dari kesenian Cèpètan meliputi: gerak, rias busana, ruang dan waktu serta kelengkapannya, dimana secara bersama-sama elemenelemen itu saling terkait antara satu sama lain. Kesenian Cèpètan oleh sebagian besar masyarakat Watuagung masih dilestarikan karena keberadaannya masih memiliki arti yang penting bagi kehidupan masyarakat yaitu sebagai sarana dalam upacara khitanan untuk membuang sukerta atau keburukan dalam diri seseorang serta meminta keselamatan.Kata kunci: kesenian cèpètan, khitanan, dan masyarakat Watuagung

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

greget

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Greget focuses on theoretical and empirical research in the Dance Arts. The journal welcomes the submission of manuscripts with the theoretical or empirical aspects from the following broadly ...