Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi
Vol 15, No 1 (2015)

KONVENSI-KONVENSI DALAM PEMENTASAN KARAWITAN KLENENGAN TRADISI GAYA SURAKARTA

S., Sukamso (Dosen Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta)



Article Info

Publish Date
02 Oct 2017

Abstract

Karawitan atau seni gamelan telah ada setidaknya sejak zaman pemerintahan Kerajaan Kediri, hingga sampai dengan pemerintahan Raja Paku Buwono X di Keraton Kasunanan Surakarta seni karawitan telah mencapai bentuknya yang sempurna baik di aspek: wangun (wujud) dan ukuran instrumen, panjang-pendek empuk–atos suara (nada), bentuk gending, garap kendangan, garap cengkok, garap instrumen, serta aturan-aturan dalam penyajian gendingnya. Seni Karawitan Gaya Surakarta sejak dulu sampai sekarang hidup dalam budaya lisan, sehingga sampai sekarang tidak satupun komposisi gending yang ditulis secara partitur. Begitu juga halnya aturan-aturan yang berlaku dalam duniaKarawitan Gaya Surakarta hanya bersifat kesepakatan. Oleh karenanya, perlu diadakan suatu kajian guna mengungkap mengenai aturan-aturan yang berlaku dalam dunia Karawitan Gaya Surakarta. Melalui pendekatan etnomusikologi, pendekatan karawitanologi, pendekatan fungsi, serta pendekatangarap dapat diketemukan, bahwa di dalam pementasan karawitan terdapat aturan-aturan atau konvensi-konvensi yang mengikat dan perlu diperhatikan pengrawit di dalam penggarapan gending.Kata kunci: Karawitan gaya Surakarta, budaya lisan, penggarapan, konvensi.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

keteg

Publisher

Subject

Arts

Description

The journal is invited to the original article and has never been published in conjunction with another journal or conference. The publication of scientific articles is the result of research from both the external and internal academic communities of the Surakarta Indonesian Art Institute in the ...