Komunikasi kerap ditempatkan pada bagian atas dalam sistem organisasi yang dinamis. Komunikasi yang berkesan dapat memainkan peran penting bagi organiasi baik secara internal maupun eksternal. Organisasi tanpa pergerakan dan aktivitas yang berarti tak jarang stagnan. Padahal sepatutnya sebagai wadah atau tempat orang berinteraksi dan bekerja sama organisasi dapat dikenal secara baik dan memberikan banyak arti positif bagi anggotanya. Apalagi masyarakat modern diakui sebagai masyarakat yang terorganisir. Demikian pula dengan majelis taklim. Keberadaan majelis taklim lebih dari sekedar wadah berkumpulnya ibu-ibu atau beberapa orang untuk bertemu mengkaji ilmu, melainkan menjadi wadah sosial yang melakukan pergaulan sosial, memperkaya pengetahuan hingga pada akhirnya lahir kesadaran, pengamalan nilai-nilai agama. Majelis taklim sebagaimana yang ada saat ini di Kota Pontianak khususnya di Kecamatan Pontianak Timur telah mencapai angka 58 kelompok Majelis taklim salah satunya yang tercatat di Kementerian Agama Kota Pontianak adalah majelis taklim Hikmah Nur Beting. Metodologi penelitian kualitatif dengan metode deskriptif penulis berupaya menggambarkan (1) Faktor-faktor yang memotivasi majelis taklim dan (2) Bentuk komunikasi organisasi. Sehingga memperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang memotivasi majelis taklim yaitu motivasi intrinsik: kebutuhan pengetahuan tentang al-quran dan agama, menjaga anak-anak dan keluarga dari pengaruh negatif, menjadi perempuan mandiri dan maju, bersosiosialisasi dengan masyarakat. Motivasi ekstrinsik: mendapat pengakuan dan dukungan (baik secara fisik maupun psikologis). Adapun bentuk komunikasi organisasi yaitu Komunikasi interpersonal (melalui lisan, tulisan), komunikasi di kelompok kerja dalam berbagai bentuk jejaring komunikasi, pola komunikasi dalam struktur organisasi, komunikasi bermedia.
Copyrights © 2017