:Menjadi ODHA merupakan suatu hal yang berat dalam hidup, dalam menghadapi kondisi ini ODHAsangat membutuhkan dukungan keluarga sebagai dukungan utama untuk mengatasi berbagai permasalahan yangkompleks mengenai kondisi penyakit, tekanan psikologi maupun stigma dan diskriminasi. Tidak semua ODHAmendapatkan dukungan yang dibutuhkannya. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi, memahami sertamengambarkan pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mendapatkan dukungan keluarga. Desain penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada 5partisipan di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Analisa data menggunakan teknik Collaizi. Hasilpenelitian ditemukan tujuh tema yaitu orang dengan HIV/AIDS memiliki respon menolak didiagnosisHIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS. Keluarga memiliki respon menolak saatmengetahui anggota keluarganya terdiagnosis HIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS.Dukungan keluarga yang dibutuhkan,yang diterima ODHA serta dukungan keluarga yang diterima berdasarkankebutuhan ODHA. Dukungan keluarga yang dibutuhkan ODHA berupa dukungan emosional, dukunganinstrumental dan informasional. Dukungan keluarga yang paling dibutuhkan ODHA adalah dukungan emosionalberupa perhatian, dorongan semangat, kasih sayang dan kedamaian. Empat partisipan menyatakan mendapatkandukungan keluarga sesuai dengan yang dibutuhkannya dan satu partisipan menyatakan belum mendapatkandukungan keluarga yang optimal sesuai dengan yang dibutuhkannya karena belum siapnya partisipanmemberitahukan status HIV kepada anggota keluarga yang lain terkait faktor resiko dan kondisi kesehatankeluarga. Berdasarkan hasil tema tersebut keluarga diharapkan memberikan dukungan yang penuh empati,menerima dan memahami kondisi ODHA serta memiliki informasi yang benar tentang penyakit HIV/AIDS
Copyrights © 2015