Penelitian ini menelaah penerapan the zero defect approach sebagai pengendalian biaya mutu untuk menekan jumlah produk cacat pada PT. Sudirgo Semesta Pratama Surabaya. Dari hasil analisa diketahui bahwa, jika perusahaan bisa menerapkan standar zero defect yang memberikan toleransi biaya mutu sebesar 2,5 % dari penjualan, maka akan diperoleh penghematan biaya mutu sebesar Rp 131.983.000, 00 pada tahun 2002. Sedangkan biaya kegagalan internal dan kegagalan eksternal bisa ditekan menjadi sebesar nol karena produk yang dihasilkan sudah dikerjakan secara benar sejak awal mula mengerjakannya, sehingga tidak perlu lagi ada tambahan biaya pengerjaan ulang maupun biaya lain yang termasuk didalam biaya kegagalan
Copyrights © 2004