Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen

Penelitian mengenai Keberadaan Biotoksin pada Biota dan Lingkungan Perairan Teluk Jakarta.

Mulyasari Mulyasari (Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.)
Rosmawaty. Peranginangin. (Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.)
Th. Dwi. Suryaningrum. (Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.)
Abdul. Sari. (Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.)



Article Info

Publish Date
04 May 2018

Abstract

           Penelitian dilakukan di perairan pantai Teluk Jakarta yaitu sekitar Muara Angke, Muara Dadap, Cilincing dan Tanjung Pasir. Untuk mengetahui kadar biotoksin seperti paralytic shellfish poison­ing (PSP) dan diarrhetic shellfish poisoning (DSP) pada biota laut, dilakukan bioassay dan analisis HPLC. Parameter pendukung yang diamati adalah kondisi fisik seperti suhu, salinitas, pH, kecepatan dan arah arus, kecerahan dan kedalaman laut, nilai DO dan BOD; kandungan zat hara (nitrat, nitrit, fosfat, ammonia dan sulfur),‑ dan plankton Oenis dan kelimpahan). Pengamatan dilakukan dua kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan Oktober 2001, pada 9 titik yaitu 1, 2 dan 3 mil dari garis pantai dan pada masing‑masing titik diambil 1 mil ke kanan dan 1 mil ke kiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan jumlah plankton ternyata dipengaruhi oleh kondisi zat hara. Jenis fitoplankton yang dominan adalah Chaetocheros. Jenis plankton yang potensial sebagai penyebab harmful algal bloom (HAB) yang terdapat di perairan Teluk Jakarta adalah dari filum dinoflagellata seperti: Ceratium, Dynophysis, Ganyaulax, dan Gymnodium. Dari filum Bacillariophyceae adalah genus Nitzchia, Chaetocheros dan Thalassiosira, sedangkan dari filum Cyanophyceae adalah genus Trichodesmium. Kandungan paralytic shellfish poisoning (PSP) dari kerang berdasarkan uji bioassay, tidak menyebabkan kematian. Contoh kerang mengandung saxitoxin sekitar 2,1‑2,3 ug/1 00 g. Kandungan okadaic acid pada kerang dan ikan karang berkisar antara 0,05‑0,1 ug/100 g. Pada ikan karang, kandungan toksin lebih banyak terdapat pada isi perut dibandingkan pada daging ikan. Namun demikian, kandungan saxitoxin dan okadaic acid pada kerang dan ikan tersebut masih dibawah ambang yang diijinkan.

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

jpbkp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science

Description

JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and ...