Pembentukan bintil akar pada legum terjadi melalui kontak molekular antara rhizobia (mikrosimbion) dengan legum (makrosimbion), seperti pada jenis sengon laut (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen). Kontak terjadi ketika akar mensekresikan berbagai macam senyawa (eksudat akar) yang dikenali oleh bakteri sehingga mampu menginfeksi akar. Jumlah dan macam eksudat akar yang dihasilkan tanaman dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik lingkungan, serta jenis dan umur tanaman. Faktor-faktor tersebut tentu saja juga berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan bintil akar. Informasi pembentukan dan perkembangan bintil akar pada berbagai umur tanaman masih sangat terbatas. Tulisan ini bertujuan menjelaskan perkembangan bintil akar sengon laut pada umur semai yang berbeda. Pengamatan dilakukan setiap minggu setelah benih berkecambah untuk melihat pembentukan awal dan perkembangan bintil akar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sengon laut memiliki tipe bintil akar indeterminate. Awal terbentuknya bintil akar terjadi ketika semai berumur 2 minggu. Jumlah bintil akar relatif meningkat seiring bertambahnya umur semai. Rerata jumlah bintil akar semai adalah 0,33; 1,00; 3,33; 3,33; 2,67; 3,33; 5,00; 4,67; 2,33; 4,67 dan 6,33 (umur semai 2-12 minggu). Informasi awal terbentuknya bintil akar dapat menjadi dasar waktu yang tepat untuk penyapihan dan pemberian inokulum rhizobia pada sengon laut, yaitu pada minggu ke 2-3 setelah berkecambah.
Copyrights © 2018