Buletin Eboni
Vol 15, No 1 (2018): Info Teknis Eboni

Pemungutan Getah Pinus dengan Tiga Sistem Penyadapan

Mody Lempang (Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2019

Abstract

Keberadaan tanaman pinus (Pinus merkusii) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan mempunyai arti yang penting bagi masyarakat, karena dari tanaman ini selain menghasilkan kayu juga dapat dipungut getahnya. Bagi daerah yang berada pada ketinggian atau pegunungan, hutan pinus tidak hanya memiliki fungsi produksi (kayu dan getah) tetapi juga mempunyai fungsi lindung. Beberapa sistem penyadapan telah diuji coba untuk pemungutan getah pohon baik konvensional maupun yang modern, namun untuk pemungutan getah pinus hanya ada tiga sistem penyadapan yang telah diuji coba atau sedang diterapkan, yaitu sistem koakan, kopral, dan bor. Masing-masing sistem memiliki keunggulan dan kelemahan sehingga dalam penentuan sistem mana yang akan dipilih dan digunakan, perlu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan kelestarian. Hasil getah pinus pada tiga sistem penyadapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan stimulan H2SO4 15%. Penyadapan getah pada kawasan hutan lindung paling sesuai jika menerapkan sistem kopral yang tidak menyebabkan kerusakan batang pohon, sehingga kelestarian hutan pinus dapat dipertahankan. Pada penyadapan yang dilakukan di dalam kawasan hutan produksi atau pada pohon pinus yang akan disadap mati,  hasil getah dapat dimaksimalkan dengan menerapkan sistem kopral, bor, dan koakan secara bergantian dalam tiga rotasi penyadapan.

Copyrights © 2018