Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) RM. Smith) diketahui memiliki banyak efek farmakologi seperti hipoglikemik, antimikroba, antifungi, antioksidan dan lain-lain. Standardisasi ekstrak etanol daun kecombrang dilakukan untuk mengendalikan mutu dan keamanan dari ekstrak sebagai bahan baku obat tradisional. Penetapan standar mutu ekstrak meliputi parameter spesifik dan parameter non spesifik. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kental berwama cokelat memiliki rasa yang pahit dan berbau karamel. Kadar senyawa yang terlarut pada pelarut air ekstrak daun kecombrang adalah ≤3,27% dan kadar senyawa terlarut dalam etanol adalah ≤4,52%. Penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin dengan pola kromatogram yang menunjukkan adanya senyawa flavonoid dengan menggunakan pembanding quersetin dengan nilai Rf yang sama, kadar flavonoid total ekstrak ≤0,198%, kadar air sebesar ≤9,64% dengan bobot jenis ekstrak 5% sebesar ≤1,0127g/ml. Kadar abu total diperoleh ≤3,68% sedangkan kadar abu tidak larut asam ≤2,.83% Total cemaran bakteri rnemenuhi syarat dengan nilai 6,033 x 102 koloni/g sedangkan cemaran kapang tidak terdapat pertumbuhan.
Copyrights © 2016