Konsumsi minuman beralkohol diketahui berkorelasi dengan terjadinya kerusakan sel-sel pada organ tubuh sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit. Pada sebagian komunitas masyarakat kota Ambon, konsumsi minuman tradisional beralkohol dapat menjadi faktor resiko terjadinya penurunan fungsi hati dan diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek konsumsi minuman tradisional sopi terhadap enzim aminotransferase sebagai penanda fungsi hati dan kadar glukosa darah sebagai penanda DM pada subjek sehat. Penelitian dilakukan menggunakan desain Cross Sectional dengan observasi laboratorik pada sampel serum 28 subjek di laboratorium RS Tk II Prof. Dr. J.A Latumetten dan Balai Kesehatan Kota Ambon. Hasil analisis menggunakan uji paired sample t-Test menunjukkan bahwa kadar AST ditemukan terjadi pada 93% subyek (rerata 47,93±18,49 U/l), kadar meningkat pada 18% pecandu (rerata 46,89±14,10 U/l) sedangkan kadar glukosa yang rendah ditemukan pada 82% subyek (rerata GDP 57,39 mg/dl dan GDS 92,32 mg/dl). Peningkatan enzim ALT dan AST serta penurunan kadar glukosa tidak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan terhadap faktur usia dan durasi konsumsi, namun menunjukkan korelasi positif yang signifikan terhadap kuantitas sopi yang dikonsumsi oleh para pecandu.
Copyrights © 2016