Saat ini bisnis warung kopi bermunculan di mana-mana karena pemintaan dan kebiasaaan ngopi di kafe/warung kopi untuk berkumpul bersama teman-teman , keluarga maupun sekedar gaya hidup sedang melanda negerii ini untuk semua kalangan terutama anak mudanya . Untuk menangkap peluang ini maka Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM) membuka unit bisnis warung kopi (kafe) dengan nama Warung Kopi Gunung Tilu. Selain itu dengan dibukanya unit usaha warung kopi terbuka bagi ibu-ibu petani kopi untuk menitipkan produk turunan dari kopi baik makanan maupn non makanan . Oleh karena itu dirasakan perlu pelatihan manajemen pemasarann warung kopi agar kafe bisa bersaing dan berkelanjutan, Demikian juga perlu pelatihan untuk ibu-ibu tani mengenai peningkatan nilai tambah produk kopi . Metode yang dilakukan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi pelatihan, mentoring, monitoring dan evaluasi dengan sasarannya adalah pengelola Warung kopi (kafe) Gunung Tilu dan ibu-ibu tani dan remaja putri petani kopi . Langkah pertama dilakukan penelusuran informasi untuk kegiatan yang akan dibuat seperti perlunya peningkatan nilai tambah dari kopi.serta pengelolaan warung kopi berunsur edukasi. Selanjutnya beberapa kali diberikan materi dan pelatihan keterampilan peningkatan nilai tambah yang mendatangkan nara sumber selain dari dosen dan mahasiswa serta pemberian pengetahuan tentang penggunaan media social (medso) sebagai fasilitas untuk promosi dan materi mengenai pembuatan poster berunsur edukasi. Hasil evaluasi menunjukan pelatihan dinilai efektif karena pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta meningkat.
Copyrights © 2018