Kawasan permindo saat ini telah memberikan ruang bagi pedestrian untuk beraktivitas dalam kategori nyaman (Suri, 2018). Namun adanya aktivitas on street parking dan PKL di badan jalan yang kurang tertib membuat image kawasan tersebut belum ideal (Wahyudi, 2016; Agusmanto, 2017). Aktivitas tersebut seringkali menimbulkan gangguan arus terutama pada jam puncak, sehingga memberi dampak negatif terhadap kinerja ruas jalan Permindo. Sebetulnya Pemerintah Kota Padang telah melakukan upaya manajemen parkir yang perlu diapresiasi, salah satunya dengan Parking Meter System, tapi dilaporkan belum sukses. Perlu dikaji ulang formulasi kebijakan on street parking yang sesuai untuk kawasan ini. Diamati dari hasil analisis (C= 1155,805 smp/jam) pasca diberlakukannya alat parkir meter di kawasan Permindo, kondisi pelayanan cukup baik dengan ciri kendaraan berjalan lancar namun terdapat hambatan lalu lintas yang sudah lebih mengganggu (DS=0.83). Namun seiring peningkatan volume akibat laju pertumbuhan kendaraan, maka pelayanan di ruas jalan ini berpotensi menurun, apabila tidak segera diantisipasi dengan kebijakan parkir yang tepat. Penelitian ini bermaksud memberi pandangan terkait dua alternatif kebijakan: pengalihan on street parking dan pengendalian on street parking yang mungkin diterapkan di kawasan ini. Skenario pengalihan on street parking menjadi off street parking tersebut, diduga meningkatkan lebar efektif jalan (dari ±6 meter menjadi ±12 meter), meningkatkan kapasitas (dari C= 1155,805 menjadi C=1356,82 smp/jam) dan mampu mereduksi nilai derajat kejenuhan (dari DS=0.83 menjadi DS=0,71) sehingga masuk dalam kategori kondisi pelayanan baik yang memiliki ciri arus lancar dan sedikit hambatan. Namun alternatif pengalihan on street parking ini tidak disukai responden yang terlihat dari hasil analisis deskriptif terhadap respon pengguna. Skenario pengalihan on street parking menjadi off street parking tersebut kemudian di cross check menggunakan teknik statistik inferensial dengan cara mengukur tingkat kenyamanan pengguna melalui analisis persepsi. Data persepsi dikumpulkan dengan teknik paper based survey terhadap 100 responden (PKL dan Pengguna Parkir). Hasil analisis persepsi menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan ruas jalan Permindo masih berada pada level “cukup nyaman”. Terbukti melalu Uji validitas terhadap tiap butir pertanyaan dengan Uji t (t hitung t tabel = 1,6605), yang memenuhi kriteria “valid”. Dan Uji reabilitas instrumen dengan Korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach Alpha ( r tabel = 0,196), yang memenuhi kriteria “reliable”. Dalam hal ini on street parking belum dirasa sangat mengganggu dari sudut pandang responden. Maka berdasarkan hasil kajian, apabila on street parkir di kawasan ini masih tetap dipertahankan, perlu dilakukan pengendalian on street parking melalui optimalisasi penerapan alat meter parkir diiringi kebijakan pembatasan parkir dan manajemen tarif. Terkait perumusan kebijakan tarif, alternatif 1 (Rp. 3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda dua, dan alternatif 2 (Rp. 3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda empat.
Copyrights © 2018