Gender adalah suatu konstruksi sosio-budaya, ia adalah label dari konstruksi hubungan jenis laki-laki dan perempuan yang lebih populer disebut dengan relasi gender. Maka perilaku mengenai relasi antara laki-perempuan disebut budaya gender. Pembicaraan ini telah membawa kata kesetaraan sebagai ikon penting dalam mengonstruksi kembali gender sebagai entitas sosio kultur yang dibuat, dibangun untuk menegakkan hubungan yang setara dan adil dalam kemajuan bersama untuk mencapai derajat mutu manusia dan menghindarkan pemaknaan dikotomis kultural laki-perempuan. Kaitannya dengan tafsir qur’ani, memang tidak dapat dipungkiri bahwa di sebagian mufassir klasik sering ditemukan penempatan posisi perempuan jika kita membacanya lewat nalar zaman sekarang yang sudah kontemporer terkesan diduakan, adanya superioritas dan subordinasi terhadap mereka. Oleh karena itu mendorong rekonstruksi ulang pemaknaanya dengan menggunakan nalar equilibrium melihat sesuatu tidak sebagai kiri kanan akan tetapi berusaha mencarai titik keseimbangannya.
Copyrights © 2018