Umah Lahiek adalah rumah tradisional Kerinci yang berpanggung sambung- menyambung antara satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan pintu samping. Rumah Tradisional Kerinci ini merupakan ‘indigeneous knowledge’ yang menjadi salah satukekayaan khasanah arsitektural di Indonesia. Adaptasi bangunan terhadap lingkungan sekitar, memberikan gambaran bagaimana suatu bentuk rumah tinggal tradisional yang diwujudkan oleh pemikiran tradisional setempat serta pertimbangan lingkungan dan material lokal mampu menjawab kebutuhan penghuninya. Hal ini merupakan gambaran kebijakan nenek moyang dalam mensiasati dan tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitar. Sistem struktur rumah tradisional Kerinci yang terefleksi dari filosofibentuk dan fungsi bangunannya. Selain itu juga sistem struktur rumah tradisional Kerinci sangattanggap terhadap kondisi alam yang sering terjadi, seperti kelembaban tanah yang cukup tinggi, gempa dan gangguan binatang. Pemilihan konstruksi yangtepat untuk mensiasati hubungan antara sistemstruktur atas, tengah dan struktur bawah menjadi gambarankearifan lokal yang dapat dikembangkan pada kehidupan modern saat ini. Sistem tumpuan yang bersifatsendi atau rol, sistem sambungan purus dan pen, konfigurasi balok-balok lantai yang saling mengikat dan di pasak,tumpu, tekan, dantarik dipandang sebagai kesatuan sistem earthquake responsive building.Kata Kunci : Umah Lahiek, Kerinci, Struktur Lokal, Struktur, Sistem Konstruksi
Copyrights © 2019