Greget
Vol 16, No 1 (2017)

SENDHANG SINANGKA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI TERCIPTANYA IDE KARYA SENI

Nandhang Wisnu Pamenang (Program Studi Seni TAri Fakultas Seni Pertunjukan ISI SUrakarta)
Silvester Pamardi (Program Studi Seni TAri Fakultas Seni Pertunjukan ISI SUrakarta)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2019

Abstract

Abstrak Sumber mata air bagi kehidupan makluk hidup menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan. Tanpa adanya kepedulian dari masyarakatnya untuk merawat sumber mata air maka akan berpengaruh terhadap perkembangan ekosistem disekitar area tersebut. Fenomena ini menjadi ketertarikanbagi pengkarya tentang keberadaan sumber mata air yang sangat penting bagi keberlagsungan kehidupan masyarakatnya dan di transformasikan dalam bentuk karya seni pertunjukan. Keberadaan Sendhang Sinangka bagi masyarakat Desa Keloran menciptakan titik temu diantara keduanya. Dalam perspektif ini, masyarakat tidak dapat terlepas dari lingkungan sebagai sumber kehidupan. Begitu pula sebalikya, Sendhang Sinangka juga membutuhkan kesadaran dari masyarakatnya untuk bersinergi dalam membangunsebuah keseimbangan kosmos. Proses penciptaan seni sebagai representasi dari fenomena manfaat sumber air, membawa pengkarya pada pengembangan eksplorasi ruang, membuat alur cerita yang berkaitan dengan Sedhang Sinangka, serta mengakomodir beberapa elemen masyarakat setempat yang juga turut berpartisipasi melakukan proses. Untuk memperkuat esensi dari pertujukan seni, pengkarya melakukan observasi lokasi, wawancara, pendekatan secara emosional kepada penduduk setempat, pengumpulan data, studi pustaka, dokumentasi, analisis data hingga melakukan kroscek data.Kata kunci: Sendhang Sinangka, Inspirasi, Seni Pertunjukan. Abstract The source of springs for the life of living beings becomes a very important necessity for the sustainability of life. Without public awareness to treat springs, it will affect the development of ecosystems around the area. This phenomenon becomes the attraction for the pengkarya about spring which is very important for the sustainability of community life and transformed in the form of performance art. The existence of Sendhang Sinangka for Keloran Village community creates similarities between them. In this perspective, society can not be separated from the envi- ronment as a source of life. Similarly, on the contrary, Sendhang Sinangka also requires aware- ness from the community to work together in building the balance of the cosmos. The process of art creation as a representation of the phenomenon of the benefits of water resources, bringing pengkarya on the development of space exploration, create a story line associated with Sedhang Sinangka, and accommodate some elements of local communities who also participate in the  process. To strengthen the essence of art performances, pengkarya make location observations, interviews, emotional approaches to the local population, data collection, literature studies, docu- mentation, data analysis to cross check data.Keywords: Sendhang Sinangka, Inspiration, Performing Arts.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

greget

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Greget focuses on theoretical and empirical research in the Dance Arts. The journal welcomes the submission of manuscripts with the theoretical or empirical aspects from the following broadly ...