Battery Management System (BMS) diperlukan dalam melindungi dan menjaga kinerja baterai dengan efisien. Arus, tegangan, dan suhu merupakan tiga parameter penting yang harus dijaga agar tidak terjadi overcurrent, overcharging, dan discharging yang terlalu lama karena dapat menyebabkan kebakaran. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka diperlukan suatu proteksi dalam pengoperasian BMS pada mobil listrik. Penelitian ini mengoptimalkan kerja BMS ketika mengalami kesalahan agar dapat bekerja dengan baik. Baterai dimodelkan dengan model baterai sederhana (Rint) yang sebelumnya dilakukan identifikasi parameter dan kemudian dibentuk state space yang bertujuan untuk dibuat deteksi kesalahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overcurrent, dan overdischarge menggunakan algoritma Kalman Filter berdasarkan pemodelan baterai sangat reliable.
Copyrights © 2019