Pada perternakan ayam harus lebih memperhatikan cara perawatan dan pemeliharaan ternak. Jika ayam tersebut terserang penyakit sehingga menurunkan produktivitas ayam. Dimana saat ayam terkena penyakit, dokter diharapkan dapat membantu dalam mengobati dan mencegah penyakit agar tidak mewabah. Tetapi halini masih kurang membantu sebab butuh waktu yang cukup lama untuk memanggil dokter, sebaliknya penyakit terus menyebar. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pakar dengan menerapkan metode Forward Chaining dan memiliki akurasi perhitungan untuk mengidentifikasi penyakit ayam pedaging dan memberikancara penanggulangannya. Pembangunan system pakar dilakukan menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall dengan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau urut dimulai dari analisis, desain, penyusunan program, dan pengujian. Penulis menggunakan data Peternakan Milik KemitaraanPT. Ciomas Adisatwa , cabang Bandar jaya – Lampung Tengah yang langsung didapat dari Petugas Penyuluh Lapangan, melalui wawancara dan observasi langsung. Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode Fuzzy max dan Certainty Factor. Sistem Pakar Identifikasi Penyakit ayam pedaging diuji menggunakan metodeEquivalence Class Partitioning yang merupakan bagian dari Black Box Testing. Pengujian menunjukkan Sistem Identifikasi Penyakit ayam pedaging berjalan dengan baik. Akurasi dan ketepatan perhitungan menggunakan Metode Fuzzy Max menunjukkan keakuratan paling sedikit 80% untuk semua jenis penyakit. Metode CertaintyFactor menunjukkan keakuratan paling sedikit 96% untuk semua jenis penyakit. Secara umum dapat disimpulkan bahwa system pakar yang dibangun bekerja dengan sangat baik.
Copyrights © 2018