Fragmentasi habitat dan perburuan liar telah menyebabkan penurunan populasi alami
banteng. Sementara itu, sistem pengelolaan habitat di Taman Nasional Alas Purwo tidak sesuai
dengan karakter tiap-tiap tipe habitat yang ada. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
karakter habitat yang dapat memberikan informasi tentang pemilihan habitat oleh banteng dan
faktor-faktor yang memengaruhinya. Karakter habitat diestimasi menggunakan dua
pendekatan, yaitu habitat-categorizing dan site-categorizing. Habitat-categorizing adalah
seleksi tipe habitat yang menunjukkan peluang beberapa tipe habitat untuk dipilih banteng.
Adapun site-categorizing adalah seleksi sumber daya pada suatu lokasi oleh banteng. Tipe
habitat yang memiliki peluang tertinggi untuk dipilih banteng adalah savana (nilai standar
seleksi B=0,59). Savana memiliki sumber daya melimpah terutama jenis-jenis pakan, yaitu
rumput lamuran (Arundinella setosa) dan merakan (Andropogon contortus) yang dikonsumsi
oleh banteng, dibandingkan tipe habitat lainnya. Tipe habitat lain yang sering digunakan
banteng adalah hutan pantai (B=0,173) dan hutan rawa (B=0,126). Tiga variabel habitat yang
memengaruhi pemilihan sumber daya adalah kerapatan rumput (peluang seleksi expß=1,036),
kerapatan tiang (expß=1,002), dan penutupan tajuk (expß=0,977).
Copyrights © 2011