Kajian mengemukakan bahwa warisan arsitektur kolonial Pemerintah Belanda di Jakarta, khususnya Tembok Batavia, mesti dikaji lewat perspektif yang lain. Alih-alih melihatnya sebagai peninggalan sejarah yang pasif, kajian ini berargumen bahwa peninggalan sejarah, khususnya arsitektur Tembok Batavia harus dilihat dari sudut pandang revitalisasinya. Selanjutnya, kajian meninjau Tembok Batavia bukan sebagai relik yang tersisa melainkan sebagai proses interaksi antara arsitektur dan fungsi-fungsi sosial yang berkelindan dengannya dari waktu ke waktu. Kata kunci: tembok Batavia, sejarah arsitektur, revitalisasi
Copyrights © 2016