JFIOnline
Vol 3, No 1 (2006)

INTERAKSI SIMETIDIN TERHADAP KINETIKA ELIMINASI PARASETAMOL PADA KELINCI

Sumarno, . ( Bagian Ilmu Biomedik Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
04 Apr 2012

Abstract

Cimetidine is a H2-antagonist which has potential to interfere the metabolism of other drugs by inhibit the activity of liver microsomal enzymes by binding cytochrome P-450, therefore diminished active cytochrome P-450. The metabolism of paracetamol occurred in liver cells which involve cytochrome P-450 in phase I N-hydroxylation reaction.  This experiment objective was to investigate the interaction of cymetidine on the kinetic  of elimination of paracetamol. The experiment done on 2 groups of rabbit, 5 in control group and the other 5 in the treatment group. Rabbit in control group was only given paracetamol 450 mg/kg per oral, while the treatment group was given cymetidine 78 mg/kg per oral every 6 hour for three times one day before the administration of paracetamol. Rsults showed that there was significant differences in kinetic of elimination reaction of paracetamol between the two groups (p < 0,01). Half life (t1/2b) of paracetamol elimination  in control group was 161,02 minutes, while in pre-treatment group was increase to 429,26 minutes. It was concluded that cymetidine could interfere, i.e. lenghthen the half life elimination of paracetamol. ABSTRAK Simetidin merupakan salah satu H2-antagonist yang poten menghambat metabolisme obat lain, yang bekerjanya menghambat aktivitas enzim mikrosomal hati dengan cara mengikat sitokrom P-450 yang sifatnya reversible membentuk kompleks, sehingga sitokrom P-450 aktif berkurang jumlahnya. Metabolisme parasetamol terjadi di hati yang juga melibatkan sitokrom P-450 dalam metabolisme fase pertama pada reaksi oksidasi N-hidroksilasi. Penelitian interaksi simetidin terhadap kinetika eliminasi parasetamol dilakukan pada 2 kelompok kelinci yang terdiri dari 5 ekor kelompok kontrol dan 5 ekor kelompok perlakuan. Kelompok kontrol hanya diberi parasetamol oral 450 mg/kg BB, sedangkan kelompok perlakuan diberi simetidin oral 78 mg/kg BB setiap 6 jam sebanyak tiga kali sehari sebelum pemberian parasetamol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada kinetika eliminasi parasetamol setelah praperlakuan simetidin (p < 0,01). Hal ini terlihat bahwa waktu paruh elminasi parasetamol (t1/2b) pada kelompok kontrol  sebesar 161,02 menit , sedangkan pada kelompok perlakuan meningkat menjadi 429,26 menit. Tetapan laju eliminasi parasetamol (b) pada kelompok kontrol  sebesar 4,82.10-3 menit-1, sedangkan pada kelompok perlakuan menurun menjadi  1,69.10-3 menit-1. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh inhibisi simetidin terhadap metabolisme parasetamol sehingga waktu paruh eliminasi parasetamol menjadi lebih panjang.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

jurnal

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi ...