Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Tak terasa Jurnal Farmasi Indonesia sudah sampai pada Volume 4, berarti sudah melewati kurun waktu 6 tahun sejak pertama kali diterbitkan pada Januari 2002. Sudah berbagai topik penelitian ditampilkan dalam jurnal ilmiah kita ini. Kali ini topik yang ditampilkan adalah tentang pelayanan kefarmasian, tentang kualitas pelayanan keprofesian para apoteker Indonesia. Dalam edisi ini kami sajikan 7 laporan penelitian tentang masalah-masalah terkait obat (MTO) yang dilakukan para Teman Sejawat Apoteker dari berbagai perguruan tinggi bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, antara lain di Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Depok-Jabar. Dari berbagai penelitian tersebut terungkap berbagai masalah terkait obat yang kerap muncul di rumah sakit, yang dengan prihatin harus diakui, persentasenya masih cukup tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit umum di Malang barangkali dapat mewakili gambaran umum pelayanan kefarmasian di Indonesia. Peneltian yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah-masalah terkait obat yang terjadi dalam pelayanan kefarmasian ini mengungkapkan bahwa salah satu MTO yang paling kurang mendapat perhatian dan oleh karena itu paling sering terjadi adalah masalah interaksi obat. Dalam penelitian ini terungkap bahwa dalam 138 kasus dari 138 kasus yang dianalisis, berarti 100%, ditemukan masalah interaksi obat. Padahal, sebagai seorang profesional kefarmasian kita semua mengetahui bahwa interaksi obat merupakan masalah yang serius dan sangat mempengaruhi efektivitas terapi. Dalam penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Surakarta ditemukan kejadian medication error yang juga cukup tinggi, 49 dari 52 pasien (94%) kasus stroke mengalami kejadian medication error. Medication error yang ditemukan meliputi prescribing error, wrong administration technique, dan monitoring error. Inilah cuplikan gambaran pelayanan kefarmasian di Indonesia, yang walaupun belum tentu merupakan gambaran umum pelayanan kefarmasian di seluruh Indonesia, namun merupakan hasil penelitian yang valid. Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil hikmahnya, menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga dan pendorong semangat, untuk lebih meningkatkan keprofesional kita dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat Redaksi
Copyrights © 0000