JFIOnline
Vol 4, No 2 (2008)

Editorial

Redaksi, Tim (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Feb 2012

Abstract

Selamat bertemu lagi Teman Sejawat sekalian. Menggali kekayaan tumbuhan obat bumi Pertiwi memang tak akan habis-habisnya. Penelitian tumbuhan obat yang dilakukan oleh Teman Sejawat para apoteker maupun saintis dari bidang ilmu terkait selalu berlimpah dari waktu ke waktu. Peminat yang haus akan informasi tentang tumbuhan obat ini pun tak kalah banyaknya. Mulai dari sesama saintis, para praktisi, para pebisnis, maupun masyarakat luas. Itu sebabnya kami pun sering menampilkan hasil-hasil penelitian tentang tumbuhan obat di jurnal kita tercinta ini. Dalam edisi ini kami sajikan 7 laporan penelitian tentang tumbuhan obat, mulai dari penelitian untuk membuktikan aktivitas biologis ekstrak tumbuhan obat sampai dengan penggalian informasi etnomedisin dari sebuah suku di Indonesia, yaitu suku Sasak di Lombok Barat. Penelitian etnomedisin merupakan salah satu cara untuk menggali potensi kekayaan tumbuhan obat di suatu daerah. Penelitian tentang hal ini banyak dilakukan tidak saja di Indonesia, namun juga di mancanegara. Penelitian etnomedisin diakui merupakan salah satu jalan pintas untuk menemukan obat baru. Dari informasi yang diperoleh dari para “pemangku” suku Sasak di Lombok Barat telah diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis tumbuhan obat. Beberapa hasil penelitian tentang bioaktivitas ekstrak tumbuhan obat yang disajikan dalam edisi ini mengkonfirmasi penggunaan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional. Misalnya herba ciplukan yang kerap digunakan secara tradisional sebagai obat diabetes melitus, ternyata memang terbukti mengandung senyawa-senyawa yang memiliki efek antidiabetik pada fraksi kloroformnya, yang setelah diidentifikasi ternyata merupakan asam-asam lemak tidak jenuh dan sebuah alkaloid Nordekstrometorfan. Laporan penelitian yang lain merupakan upaya untuk mengembangkan penggunaan tumbuhan obat tertentu, agar nilai gunanya menjadi bertambah, tidak hanya sebagaimana yang sudah dikenal selama ini. Tapak liman, misalnya, dalam pengobatan tradisional umumnya digunakan sebagai penurun panas, anti radang, peluruh seni, menghilangkan bengkak, menetralkan racun, serta mengatasi hepatitis dan sirosis. Dalam penelitian yang dilaporkan dalam jurnal edisi ini, akar tapak liman diteliti potensi  lainnya, yaitu potensinya sebagai hepatoprotektor. Inilah yang dapat kami sajikan kepada para pembaca sekalian dalam Jurnal Farmasi Indonesia Volume 4 Nomor 2 Juli 2008 ini. Selamat membaca, selamat menambah wawasan iptek kefarmasian Anda. Maju terus Farmasi Indonesia. Salam Hangat   Redaksi

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

jurnal

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi ...