Kehadiran HPH (Hak Pengusahaan Hutan) PT.ITCI, di Kenanga, Balikpapan pada masa Orde Baru berdampak negatif atas masyarakat lokal. Implikasi tersebut ialah adanya ‘konflik lahan’ antara pemilik HPH dan masyarakat desa Muara Gusik. Jambuk dan Pringtalik. Akibat konflik ini kehidupan ekonomis dan sosial masyarakat telah terpinggirkan. Tulisan ini memfokuskan untuk mengkaji respon masyarakat untuk bertahan hidup di tengah konflik lahan ialah dengan melakukan bertani padi pada sebagian lahan mereka dan menanam rotan, karet, mencari kayu gaharu dan berdagang kayu bekas sebagai pendapatan sampingan.
Key words : Concession holder, local people, and agricultural productions.
Copyrights © 2005