Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) memegang peranan yang penting dalam rekonstruksi dan pemulihan kembali masyarakat Aceh pasca-Tsunami 2004. Studi ini merupakan upaya untuk mengungkap dinamika peranan LSM di Aceh melalui dua LSM (Uplink di Banda Aceh,
dan Yayasan Pengembangan Kawasan – YPK di Meulaboh). Dua LSM ini terpilih karena dianggap mewakili dua model LSM yang berbeda, baik dalam pendekatan dan strategi pelayanan dan program ke masyarakat maupun dalam berhadapan dan relasinya dengan otoritas kekuasaan di Aceh. Untuk memahami peranan LSM pasca-Tsunami di Aceh, sejarah perkembangan LSM dan masyarakat sipil di Indonesia maupun latar belakang gerakan sosial di Aceh, khususnya setelah turunnya Suharto, diungkapkan secara agak mendalam dalam studi ini. Dalam kesimpulannya, studi ini menunjukkan kegagalan maupun keberhasilan dalam berbagai program rekonstruksi masyarakat Aceh dari kedua LSM dan menunjukkan “lesson learned” apa yang dapat dipetik dari studi ini, serta tidak kalah pentingnya hal-hal apa yang perlu diteliti selanjutnya.
Kata Kunci: Aceh, NGOs, tsunami, rekonstruksi sosial.
Copyrights © 2010