Potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, namun belum termanfaatkan dengan baik karena permintaan terhadap energi terbarukan masih rendah terutama terhadap Bahan Bakar Nabati (BBN) yaitu biodieseldan bioethanol. Rendahnya permintaan tersebut karena masyarakat lebih memilih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harganya lebih rendah dibandingkan biofuel karena ada subsidi BBM. Studi ini menganalisissubsidi energi dalam konteks pengembangan energi terbarukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa subsidi BBMdalam perkembangannya membuat defsit neraca migas makin besar dan membebani APBN karena fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sangat tinggi. Selain itu, subsidi BBM juga dinilai kurang tepat sasaran karena banyak dinikmati oleh kalangan menengah atas. Dengandemikian, maka pemerintah perlu mengalihkan penggunaan BBM ke BBN dengan cara menyiapkan sektor hilir dari industri BBN, harga BBN yang dihasilkan oleh produsen dibeli sesuai dengan harga keekonomiannya, danharga subsidi BBN dioptimalkan sehingga dapat bersaing dengan BBM.
Copyrights © 2015