Penelitian ini penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metodewawancara dan observasi. Penelitian dilakukan di empat pondokpesantren yangbertujuan menemukan dan menggambarkan fenomena program pendidikan kaderulama di pesantren tersebut sesuai apa nyatanya. Pendekatan yang digunakanadalah historis, kasus, normatif dan relativisme.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pendidikan pesantren masih signifikanmenjalankanfungsinya dalam proses reproduksi Kader Ulama, selama diberikantempat dan keleluasaan mengatur dan menata program pendidikannya sendiri.Selain itu, dari empat pondok pesantren yang diteliti menunjukkan bahwa pesantrendalam membina para santri untuk menjadi insan kamil sudah berlangsung lamayang dilakukan oleh para ulama atau kiai. Bagipara ulama /kiaipengasuh pondokpesantren yang sudah menggeluti pekerjaan tersebut tampak ikhlas, serius, tenang,dan asyik menikmatinya.Akan tetapi program kepesantrenan tampak sedikit terganggu, ketika terintervensidengan program pembelajaran madrasah tsanawiyah dan aliyah versi pemerintah(Depag dan Diknas). Demikian juga dengan tuntutan kebutuhan sosial yangsebagian masyarakat menginginkan "ijazah " sebagai pengakuan legal yang bisadipakai untuk suatu urusan pekerjaan. Kenyataan ini dialami oleh pesantren luarjawa, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.
Copyrights © 2006