Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol. 18 No. 3 (2017)

RAJA TANPAINGAN, KAJIAN NILAI DALAM TRADISI LISAN BULENG

Purnama, Yuzar (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2017

Abstract

Buleng adalah tradisi lisan yang tumbuh kembang di Betawi. Tradisi lisan ini diperkirakan punah tahun 1978. Upaya revitalisasi terus dilakukan, tahun 2015 Atin Hisyam sempat manggung dan mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari penonton. Upaya pelestarian lainnya dapat dilakukan dengan pengkajian. Penulis akan melakukan kajian tentang nilai budaya Raja Tanpaingan dalam tradisi lisan Buleng. Diharapkan dari kajian ini selain untuk mendokumentasikanjuga hasilnya dapat menggugah semua pihak untuk bersama-sama mendukung upaya revitalisasi tradisi lisan Buleng. Tulisan dibatasi, apa yang dimaksud tradisi lisan buleng, cerita Raja Tanpaingan, dan nilai budaya yang terkandung dalam cerita tersebut. Kesimpulan dari ulisan ini, nilai budayayang terdapat dalam cerita Raja Tanpaingan adalah etos kerja, nilai agama, politik, filsafat, dan nilai kuasaBuleng is a owing oral tradition in Betawi. Oral tradition is estimated to be extinct in 1978. Revitalization e orts continue to be done, in 2015 Atin Hisham had a gig and get a pretty good appreciation of the audience. Other conservation efforts may be made by assessment. The author will conduct a stu of the cultural values ??of the King Without the oral tradition Buleng. It is expected that from this study other than to document also the results can inspire all parties to jointly support efforts revitalization Oral traditions Buleng. The writings are limited, what is meant by the oral traditions of buleng, the story of the King Without, and the cultural values ? contained in the story of the King without Light is the work ethic, religious values, politics, philosophy, and the value of power.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

patrawidya

Publisher

Subject

Arts Social Sciences

Description

The Patrawidya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patrawidya Journal is published three times a year in April, August and December. The study of the Patrawidya Journal article is on the family of history and culture. The Patrawidya name came from a combination of two words ...