Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok adalah gubernur DKI Jakarta periode November 2014– Mei 2017. Beliau mencalonkan diri dalam pilkada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 dan berpasangan dengan Drs.H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. Ahok dan Djarot mengalami kekalahan. Setelah kekalahan tersebut, Ahok mendapat kiriman karangan bunga yang sangat banyak sehingga memenuhi halaman Balai Kota Jakarta. Hal ini menuai banyak komentar positif dan negatif di media sosial. Salah satu komentar tersebut dilontarkan oleh Fadli Zon yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD RI.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk majas dan ragam bahasa yang digunakan dalam pengungkapan majas sarkasme dalam penulisan komentar “Ahok Banjir Kiriman Bunga, Fadli Zon: Pencitraan Murahan” (https://news.detik.com). Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei hingga Agustus 2017. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif . Data dianalisis melalui teknik analisis wacana. Penelitian ini menunjukkan bahwa majas sarkasme yang digunakan dalam artikel dijadikan sebagai data berupa kata dan frasa. Jenis kata yang digunakan berupa kata sifat, kata benda, dan kata kerja. Sementara ragam bahasa yang digunakan antara lain berdasarkan maksudnya dan bahasa yang digunakan. Ragam bahasa berdasarkan maksudnya dapat pula dibedakan menjadi majas yang berupa umpatan, imbauan, peritah dan harapan. Ragam bahasa yang digunakan meliputi bahasa daerah dan bahasa asing.
Copyrights © 2018