Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN

PROSPECT OF RICE STRAW POTENTIAL FOR BIOENERGY IN INDONESIA AS SUBSTITUTED GASOLINE AND REDUCING OF ENVIRONMENTAL PROBLEM

Sidjabat, Oberlin (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2016

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pemanfaatan jerami padi, berupa limbah pertanian yang potensial sebagai sumber energi terbarukan (bioetanol). Substitusi bahan bakar dengan etanol yang berasal dari sisa biomassa berselulosa adalah suatu strategi yang menjanjikan untuk menghasilkan energi sekaligus memitigasi emisi gas rumah kaca (GRK). Jerami padi sebagai bahan baku generasi kedua untuk bioetanol tidak berkompetisi dengan produksi makanan seperti tebu, yang digunakan untuk bahan baku generasi pertama. Produksi bioetanol dari jerami padi didukung oleh ketersediaan dan pengembangan teknologi konversi, proses termokimia dan biokimia. Suatu proses dapat lebih ekonomis secara maksimal bila tahapan-tahapan proses terintegrasi secara efisien. Integrasi dari kedua proses tersebut adalah aspek yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya proses, dan membuat kedua proses menjadi lebih berkelanjutan. Produksi bioetanol diharapkan dapat  membuka lapangan kerja di daerah pedesaan khususnya bagi petani yang menggunakan sisa tanaman pertanian (jerami padi) sebagai bahan baku. Ada prospek yang menjanjikan untuk melakukan riset untuk pengembangan bioetanol berbasis lignoselulosa dalam skala pilot. This paper describes utilization of rice straw (agricultural waste) that is potential as renewable energy (bioethanol). Substituting fossil fuels with bioethanol derived from the wastes of cellulosic biomass is a promising strategy to produce and to mitigate greenhouse gas (GHG) emissions. Rice straw, as the second generation feedstock of bioethanol, does not compete with food production such as sugarcane, which is used for the first generation feedstock. Bioethanol production from rice straw is supported by the availability and development of conversion technology, thermo-chemical and bio-chemical process. A process can be economized to itsmaximum extent when the process steps are efficiently integrated. The integration of both process is very important aspects that improve energy efficiency, reduce processing costs, and enable both processes to be more sustainable. Production of bioethanol hopefully opens jobs in rural areas especially for the farmers using agricultural waste (rice straw) as feedstock. There is a promising prospect to conduct research towards the development of lignocellulose-based bioethanol in pilot scale.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

ket

Publisher

Subject

Electrical & Electronics Engineering Energy

Description

Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, ...