Pembangunan jembatan cable stayed Palibaja di Sukabumi menggantikan jembatan gantung sederhana yang telahrusak. Jembatan ini merupakan upaya peningkatan fungsi aksesibilitas sehingga memudahkan terjadinya pertukaranbarang dan jasa serta mobilitas manusia. Kebutuhan mobilitas masyarakat terbatas oleh kapasitas beban dan lebarjembatan. Kondisi tersebut memerlukan operasi dan pemeliharaan (O&P) partisipatif pemanfaatan jembatan yangmelibatkan unsur masyarakat. Keterlibatan masyarakat dimaksudkan agar jembatan berfungsi optimal sertapengamanan dan pelestarian pemanfaatan jembatan tetap terjamin. Selama ini O&P Jembatan yang dibangunpemerintah selalu dilakukan oleh pemerintah dengan pihak mitra kerja (swasta). Masyarakat secara mandiri telahmelaksanakan O&P untuk jembatan sederhana. Pengalaman tersebut dapat diartikan sebagai modal sosial. Prosespersiapan keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting terkait O&P partisipatif pemanfaatan jembatan. Untukitu perlu dilakukan penelitian guna memahami persepsi masyarakat tentang bagaimana akseptibilitas masyarakatterhadap pentingnya O&P jembatan. Tujuannya untuk (a) menilai kemauan dan kemampuan mengoperasikan danmemelihara jembatan; (b) memetakan modal sosial untuk pembentukan kelompok dalam melaksanakan O&P; (c)memetakan jenis-jenis pelanggaran yang berhubungan dengan O&P; (d) menggali persepsi masyarakat tentangpentingnya tindakan mencegah pelanggaran. Metode penelitian dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner,wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk menggali data primer serta penelusuran datasekundair yang diperlukan. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaakseptibilitas masyarakat terhadap aspek O&P jembatan cable stayed cukup tinggi.
Copyrights © 2010