Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan pelelangan jasa konstruksi dengan sistem e-procurement melalui one gate system, dengan tujuan akan menjamin transparansi dan akuntabilitas kinerja lembaga serta meningkatkan pencapaian mutu konstruksi. Tetapi pada kenyataannya beberapa permasalahan muncul dari berbagai satuan kerja di Lingkungan LIPI yaitu Penyedia jasa (Kontraktor) yang ditunjuk sebagai pemenang lelang mempunyai kinerja yang buruk yang di tinjau dari pemenuhan spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja pencapain mutu sejak diterapkan pelelangan jasa konstruksi dengan e-procurement melalui one gate system, Evalusi dilakukan dengan menyelidiki persepsi berbagai pihak pejabat organisasi pengadaan konstruksi (owner) dan Penyedia jasa di Lingkungan LIPI. Sedangkan pada penelitian ini metode analisis yang dipergunakan antara lain analisis statistik deskriptif untuk memetakan permasalahan pelaksanaan pelelangan, analisis korelasi dan regresi untuk melihat pengaruh terhadap pencapaian mutu. Dari hasil analisa dan pembahasan ternyata Persepsi tentang kinerja pencapaian mutu bahwa 72.68% responden mengatakan setuju atau tercapai. Sedangkan Pengaruh pelelangan pada kinerja pencapain mutu yang dominan adalah pencapaian mutu (ketersediaan alat kerja terpenuhi) yaitu apabila Pemilihan Kontraktor yang berpengalaman pada proyek sejenis pada pekerjaan yang dilelangkan akan meningkatkan pencapaian mutu (Ketersediaan alat kerja terpenuhi) sebesar 61.60%. dan apabila Peralatan konstruksi yang ditawarkan sesuai persyaratan akan meningkatkan pencapaian mutu (Ketersediaan alat kerja terpenuhi) sebesar 6.50%, sedangkan sisanya (100% - 68.10% = 31.90%) dipengaruhi oleh faktor lain..
Copyrights © 2017