Teknologi informasi dan komunikasi berperan penting dalam pemasaran produk pangan dan pertanian di Asia, khususnya dalam mewujudkan sistem pemasaran yang efisien sehingga mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan memacu pertumbuhan ekonomi. Teknologi informasi mampu memberikan informasi yang dibutuhkan pelaku pasar seperti harga komoditi, data produk dan kualitas, kondisi cuaca, ketersediaan akses pasar, kredit pertanian hingga promosi pasar. Di Asia, teknologi informasi belum sepenuhnya berkembang baik yang ditandai antara lain dengan lemahnya infrastruktur telekomunikasi, kurangnya tenaga ahli di bidang teknologi informasi, kurangnya kesadaran akan arti penting teknologi informasi bagi pertanian akibat sifat konservatif petani, cara bertani yang masih tradisional, serta kekhawatiran penggunaan teknologi baru. Pemerintah pun kurang memberi dukungan, baik melalui kampanye pentingnya sistem ini bagi pertanian maupun alokasi finansial. Pihak swasta juga dapat berperan melalui penciptaan inovasi baru di bidang ini serta memperkuat jaringan informasi pasar seperti pemasaran dan produksi.
Copyrights © 2006