Peningkatan produksi ubi kayu sebagai kontribusi dari naiknya produktivitas selama 40 tahun terakhir ternyata tidak mampu mengimbangi meningkatnya permintaan. Sebagai sumber karbohidrat yang produktif, ubi kayu semakin diperhitungkan manfaatnya untuk mencukupi keperluan pangan dan industri non pangan. Keunggulan hayati ubi kayu yang mampu dibudidayakan pada lahan kering beriklim kering, mengantarkan komoditas ini memiliki arti penting bagi petani di lahan kering guna memenuhi bahan pangan maupun pendapatan tunai.Peningkatan harga pangan dan energi global semakin mendorong penggunaan ubi kayu tidak hanya sebagai bahan pangan dan industri non pangan yang selama ini ada, tetapi juga sebagai bahan baku energi (etanol) yang terbarukan. Keadaan ini tentu saja akan semakin menuntut peningkatan produksi melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas. Kendala perluasan areal terutama pada aspek penyediaan lahan yang akan berkompetisi dengan komoditas lain, sehingga sistem tumpangsari maupun agroforestry menjadi alternatif pemecahan. Peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan pengelolaan tanaman dan sumberdaya secara terpadu dan berkelanjutan. Gerakan dalam penerapan inovasi teknologi yang menjamin produktivitas tinggi dan menguntungkan petani perlu segera dilaksanakan pada domain secara meluas. Kata kunci: peningkatan produksi ubi kayu: pangan, non pangan dan energi terbarukan
Copyrights © 2008